Slow Life Chapter 90

Chapter 90 『 Penunggang Drake 』 dan Iblis Musim Dingin Zoltan memiliki gereja di setiap distrik. Gereja di distrik pusat, terbangun dari rumah biasa yang direnovasi sedimikian rupa. Bukan berarti aku menyebutnya jelek. Dewa Demis dan ketiga utusan tidak mengharapkan tempat ibadah yang mewah-mewah. Walau itu gereja reyot di Rawa Selatan sekalipun. “Dan aku penasaran … Continue reading Slow Life Chapter 90

Advertisements

Slow Life Chapter 89

Chapter 89 Keseruan Festival Titik Balik Matahari di Zoltan Di pelabuhan, para kelasi ikut memeriahkan festival titik balik matahari ala kampung halaman mereka. “Oh, dari Veronia, mereka mungkin dari Negara Kuvashino. ” Di atas panggung kecil, para kelasi berkulit kecoklatan menari sembari mengayunkan tombak dengan begitu lincah. Itu adalah tarian masyarakat Kuvashino selatan, Kuvashino sendiri … Continue reading Slow Life Chapter 89

Slow Life Chapter 88

Chapter 88 Dimulainya Festival Titik Balik Matahari Langit musim dingin begitu cerah sejauh mata memandang. Hari ini adalah dimulainya festival titik balik matahari. Festival titik balik matahari diselenggarakan setiap di bulan ke-12, di mana siang hari begitu pendek, sekaligus festival untuk menyambut datangnya musim semi. Para penduduk akan mengusir para Iblis Musim Dingin dan memberikan … Continue reading Slow Life Chapter 88

Slow Life Chapter 87

Chapter 87 Kavaleri Wyvern Ruti Di Benua Avalon. Terdapat tujuh negara dan dipimpin oleh raja. Mereka dikenal sebagai Tujuh Kerajaan Avalon. Berdasarkan perjanjian, negara selain Tujuh Kerajaan yang juga dipimpin oleh raja tapi tidak diakui oleh Kerajaan Logavia, maka raja yang ada di negara tersebut tidak diakui secara sah. Berikut penjelasan ringan tentang Tujuh Kerajaan … Continue reading Slow Life Chapter 87

Slow Life Chapter 86

Chapter 86 Ruti Berbalik dan Tertawa Bahagia “Terima kasih banyak. ” Aku membungkuk ke pelanggan. Di bawah meja tersimpan « Pedang Tembaga » baruku. Pandai besi Mogurim mengeluh, ‘Pedang tembaga lagi ? ’. Maaf tapi aku sudah terbiasa dengan senjata murah. Itu seperti sebuah simbol bagiku yang menggambarkan kehidupan santai. “Red. Aku sudah selesai mengirimnya. … Continue reading Slow Life Chapter 86

Slow Life Chapter 85

Chapter 85 Pahlawan Pagi hari. “Red ! ” Gonz memasuki toko. “Tanta meriang. ” “Obat flu. Tunggu sebentar. ” Aku mengambil dari rak lalu membungkusnya. “Apakah hubunganmu dengan adikmu berjalan baik ? ” “Ya, pasti. ” Gonz tersenyum lega, dan aku memberikan obat padanya. “Kedengarannya bagus. Bolehkah kau kenalkan adikmu padaku. ” Gonz mengkhawatirkan diriku … Continue reading Slow Life Chapter 85

Slow Life Chapter 84

Chapter 84 Hujan Salju di Zoltan Lima hari berlalu dengan cepat setelah pertarungan di Reruntuhan Elf Kuno. “Red ! Bangun ! ” Lit menggoyang-goyang tubuhku supaya bangun. “Ada apa... Aku masih lelah sehabis membereskan kekacauan yang disebabkan Ares kemarin... Dan terlebih lagi, hari ini hawanya dingin. Aku jadi malas bangun. ” “Ayolah. Lihatlah di luar … Continue reading Slow Life Chapter 84

Slow Life Chapter 83

Chapter 83 Pertarungan Berakhir POV Danan Lift akhirnya sampai di lantai atas, ditandai dengan bunyi *clang*. “Hn, sudah aku duga, semuanya sudah selesai. ” Danan dan Albert keluar dari lift. Hm.. Ada apa dengan Albert ? “Theodora ! ” Pertanyaanku terjawab ketika melihat Albert yang terburu-buru berlari ke arah Theodora tergeletak di lantai. “Dia baik-baik … Continue reading Slow Life Chapter 83

Slow Life Chapter 82

Chapter 82 « Pedang Tembaga » Danan terkulai lemah. Albert yang tengah menunggu di luar lift, bergegas menolong Danan. “Anda baik-baik saja ? ” Albert segera memberikan « Ramuan Ekstra Penyembuh », Danan lantas menghabiskannya dengan sekali tegukan. Lukanya sembuh, tapi sayangnya pendarahan dalam di bagian anggota badan tertentu menjadikannya lebam. Luka dalamnya tidak bisa … Continue reading Slow Life Chapter 82

Slow Life Chapter 81

Chapter 81 « Thunderwaker » Shisandan menghela nafas sejenak, menenangkan diri. “Ares, aku akan menahan Ruti. Kita akan meneruskan rencananya seperti ini. ” “Eh, ah. ” “Hancurnya pedang itu adalah hal tak terduga, tapi aku juga sudah mengantisipasi akan kegagalanmu. Itu tidak masalah. ” Shisandan menghentakkan kakinya. “Ada apa Shisandan ? Kau tampak kehilangan ketenanganmu. … Continue reading Slow Life Chapter 81

Slow Life Chapter 80

Chapter 80 Kehebatan『  Pahlawan』 “A-Aku tidak ingin mati di siniiiiiiiii !!!! ” Tiba-tiba Godwin mulai melarikan diri. Ekspresi penuh ketakutan terlukis di wajahnya. “Ini tidak ada hubungannya denganku ! Kalian para pahlawan harus mengurus masalah kalian sendiri !! ” Godwin merasa terancam dengan pertarungan ini. Ia berlari menuju pintu keluar dengan putus asa. “Berhenti ! … Continue reading Slow Life Chapter 80