Ilustrasi Slow Life Volume 05

Advertisements

Slow Life Chapter 99

Chapter 99 Pipi Ruti Merona Sore hari. “Sepertinya sudah waktunya untuk kita pulang. ” Kataku, sambil melihat ke arah matahari yang tengah tenggelam. “Mmm... Yah, kurasa sudah waktunya. ” “Heh, bukannya ini terlalu cepat ?! ” “Mempertimbangkan waktu perjalanan kita pulang. Kalau tidak pulang sekarang, kita pasti akan tiba di rumah tepat malam hari. ” … Continue reading Slow Life Chapter 99

Slow Life Chapter 98

Chapter 98 Pergi Memancing Bersama Memancing bukanlah sekedar kegiatan bersenang-senang. Dalam memancing terkandung sebuah skill, tiga jumlahnya. Dua untuk skill umum biasa yakni ‹ Kumparan › dan ‹ Kail › serta satu skill unik, yaitu ‹ Memancing Tingkat Menengah › khusus bagi Nelayan dan Pemancing. Aku sendiri sudah meningkatkan ‹ Skill Kumparan › hingga ke … Continue reading Slow Life Chapter 98

Slow Life Chapter 97

Chapter 97 Tise dan Ugeuge-san Mandi  Aku adalah 『 Pembunuh 』 dari Guild Pembunuh, kini, aku bekerja sebagai petani herbal di Zoltan. Oh iya, namaku Tise Garland. Pekerjaanku memang berbanding terbalik seperti yang seharusnya, meski begitu, aku senang menjalani pekerjaan baruku, jadi itu tidak masalah bagiku. Hari ini adalah fetival titik balik matahri. Festival di Zoltan … Continue reading Slow Life Chapter 97

Slow Life Chapter 96

Chapter 96 Lamaran “Fuuuuuh..” Lit menghela napas panjang dan duduk. “Apa kamu baik-baik saja ? ” Aku mememberikan [ Ramuan Penyembuhan Tingkat Tinggi ] ke Lit. Paha dan tangan bagian atas kirinya berdarah. “Terima kasih. ” Lit meneguknya langsung. Dahinya mengkerut, seakan menahan efek sakit yang ditimbulkan oleh ramuan tersebut. Umumnya luka akan sembuh dalam … Continue reading Slow Life Chapter 96

Slow Life Chapter 95

Chapter 95 Pertama Kali di Garis Depan Desa Craigisna. Sebuah desa yang dikelilingi oleh jembatan, yang merupakan penghubung antara Logavia dengan jalur selatan. Desa yang terkenal akan perkembangan peternakan sapi dan kuda. Khususnya ke peternakan sapi, konsumen mereka tidak hanya dari Kerajaan Logavia saja, bahkan dari Kerajaan Avalon dan Kerajaan Catapharct. Pelancong yang hendak pergi … Continue reading Slow Life Chapter 95

Slow Life Chapter 94

Chapter 94 Lit Kala Itu “A-Aku sudah selesai. ” Kata Lit dan keluar, bukan piayama yang biasa dia kenakan untuk tidur, melainkan pakaian kasual sehari-sehari. Waktu festival dia mengenakan gaun, dan itu adalah pemandangan yang menyejukkan mata. “Maaf. Tapi, aku suka dengan pakaian ini. Bertarung bersamamu di Logavia dan dapat hidup bersama di Zoltan... Erm, … Continue reading Slow Life Chapter 94

Slow Life Chapter 93

Chapter 93 Red Bimbang di Malam Festival Dentingan gelas menggema di ruang dapur. Seusai mencuci cangkir, aku lantas menyerahkannya ke Lit. Lit meraih peralatan yang setiap selesai aku cuci, dan mengelapnya menggunakan serbet, lalu meletakkannya ke rak. Aku dan Lit mencuci setelah Ruti dan Tise pulang. “Yosh, semuanya sudah beres. ” “Kerja bagus. ” Meletakkan … Continue reading Slow Life Chapter 93

Slow Life Chapter 92

Chapter 92 Bibi 『 Archmage 』 TLN : Yah karena tidak menemukan terjemahan yang sepadan dengan『 Archmage』maka kubiarkan saja. Ternyata istilah-istilah penyihir di Indonesia masih sedikit, Huufft.. “Lalu orang yang menyatakan dirinya 『 Penunggang Drake 』 itu meninggalkan bibi ini dan pergi begitu saja. ” Aku tersenyum kecut mendengar penjelasan Tise. Aku selama ini mengangapnya … Continue reading Slow Life Chapter 92

Slow Life Chapter 91

Chapter 91 Terima Kasih Di kala senja, yang sedang keletihan, tapi tampak masih punya tenaga, Iblis Musim Dingin akhirnya keluar dari kota, dan menandai berakhirnya festival. Sebagai penutup. Semua orang memanjatkan harapan mereka, semoga musim semi segera tiba. Festival titik balik matahari yang diselenggarakan tiap musim dingin, yang mana musim tersebut cocok dengan kepribadian para … Continue reading Slow Life Chapter 91