Slow Life Chapter 97

Chapter 97 Tise dan Ugeuge-san Mandi  Aku adalah 『 Pembunuh 』 dari Guild Pembunuh, kini, aku bekerja sebagai petani herbal di Zoltan. Oh iya, namaku Tise Garland. Pekerjaanku memang berbanding terbalik seperti yang seharusnya, meski begitu, aku senang menjalani pekerjaan baruku, jadi itu tidak masalah bagiku. Hari ini adalah fetival titik balik matahri. Festival di Zoltan … Continue reading Slow Life Chapter 97

Advertisements

Slow Life Chapter 96

Chapter 96 Lamaran “Fuuuuuh..” Lit menghela napas panjang dan duduk. “Apa kamu baik-baik saja ? ” Aku mememberikan [ Ramuan Penyembuhan Tingkat Tinggi ] ke Lit. Paha dan tangan bagian atas kirinya berdarah. “Terima kasih. ” Lit meneguknya langsung. Dahinya mengkerut, seakan menahan efek sakit yang ditimbulkan oleh ramuan tersebut. Umumnya luka akan sembuh dalam … Continue reading Slow Life Chapter 96

Slow Life Chapter 95

Chapter 95 Pertama Kali di Garis Depan Desa Craigisna. Sebuah desa yang dikelilingi oleh jembatan, yang merupakan penghubung antara Logavia dengan jalur selatan. Desa yang terkenal akan perkembangan peternakan sapi dan kuda. Khususnya ke peternakan sapi, konsumen mereka tidak hanya dari Kerajaan Logavia saja, bahkan dari Kerajaan Avalon dan Kerajaan Catapharct. Pelancong yang hendak pergi … Continue reading Slow Life Chapter 95

Slow Life Chapter 94

Chapter 94 Lit Kala Itu “A-Aku sudah selesai. ” Kata Lit dan keluar, bukan piayama yang biasa dia kenakan untuk tidur, melainkan pakaian kasual sehari-sehari. Waktu festival dia mengenakan gaun, dan itu adalah pemandangan yang menyejukkan mata. “Maaf. Tapi, aku suka dengan pakaian ini. Bertarung bersamamu di Logavia dan dapat hidup bersama di Zoltan... Erm, … Continue reading Slow Life Chapter 94

Slow Life Chapter 93

Chapter 93 Red Bimbang di Malam Festival Dentingan gelas menggema di ruang dapur. Seusai mencuci cangkir, aku lantas menyerahkannya ke Lit. Lit meraih peralatan yang setiap selesai aku cuci, dan mengelapnya menggunakan serbet, lalu meletakkannya ke rak. Aku dan Lit mencuci setelah Ruti dan Tise pulang. “Yosh, semuanya sudah beres. ” “Kerja bagus. ” Meletakkan … Continue reading Slow Life Chapter 93

Slow Life Chapter 92

Chapter 92 Bibi 『 Archmage 』 TLN : Yah karena tidak menemukan terjemahan yang sepadan dengan『 Archmage』maka kubiarkan saja. Ternyata istilah-istilah penyihir di Indonesia masih sedikit, Huufft.. “Lalu orang yang menyatakan dirinya 『 Penunggang Drake 』 itu meninggalkan bibi ini dan pergi begitu saja. ” Aku tersenyum kecut mendengar penjelasan Tise. Aku selama ini mengangapnya … Continue reading Slow Life Chapter 92

Slow Life Chapter 91

Chapter 91 Terima Kasih Di kala senja, yang sedang keletihan, tapi tampak masih punya tenaga, Iblis Musim Dingin akhirnya keluar dari kota, dan menandai berakhirnya festival. Sebagai penutup. Semua orang memanjatkan harapan mereka, semoga musim semi segera tiba. Festival titik balik matahari yang diselenggarakan tiap musim dingin, yang mana musim tersebut cocok dengan kepribadian para … Continue reading Slow Life Chapter 91

Slow Life Chapter 90

Chapter 90 『 Penunggang Drake 』 dan Iblis Musim Dingin Zoltan memiliki gereja di setiap distrik. Gereja di distrik pusat, terbangun dari rumah biasa yang direnovasi sedimikian rupa. Bukan berarti aku menyebutnya jelek. Dewa Demis dan ketiga utusan tidak mengharapkan tempat ibadah yang mewah-mewah. Walau itu gereja reyot di Rawa Selatan sekalipun. “Dan aku penasaran … Continue reading Slow Life Chapter 90

Slow Life Chapter 89

Chapter 89 Keseruan Festival Titik Balik Matahari di Zoltan Di pelabuhan, para kelasi ikut memeriahkan festival titik balik matahari ala kampung halaman mereka. “Oh, dari Veronia, mereka mungkin dari Negara Kuvashino. ” Di atas panggung kecil, para kelasi berkulit kecoklatan menari sembari mengayunkan tombak dengan begitu lincah. Itu adalah tarian masyarakat Kuvashino selatan, Kuvashino sendiri … Continue reading Slow Life Chapter 89

Slow Life Chapter 88

Chapter 88 Dimulainya Festival Titik Balik Matahari Langit musim dingin begitu cerah sejauh mata memandang. Hari ini adalah dimulainya festival titik balik matahari. Festival titik balik matahari diselenggarakan setiap di bulan ke-12, di mana siang hari begitu pendek, sekaligus festival untuk menyambut datangnya musim semi. Para penduduk akan mengusir para Iblis Musim Dingin dan memberikan … Continue reading Slow Life Chapter 88

Slow Life Chapter 87

Chapter 87 Kavaleri Wyvern Ruti Di Benua Avalon. Terdapat tujuh negara dan dipimpin oleh raja. Mereka dikenal sebagai Tujuh Kerajaan Avalon. Berdasarkan perjanjian, negara selain Tujuh Kerajaan yang juga dipimpin oleh raja tapi tidak diakui oleh Kerajaan Logavia, maka raja yang ada di negara tersebut tidak diakui secara sah. Berikut penjelasan ringan tentang Tujuh Kerajaan … Continue reading Slow Life Chapter 87